Beautiful Things Don’t Ask for Attention

Ibu adalah cinta pertama bagi seorang anak laki-laki, tempat mereka bergelayut manja dan menceritakan segala macam peristiwa yang mereka lalui. Ibu adalah teman curhat paling menyenangkan. Dia selalu menunggu cerita apa yang akan dibawa pulang oleh anak laki-laki nya. Dia kemudian akan mendengarkan dengan seksama. Mengangguk-angguk paham. Lalu segera menyambung cerita itu dengan pengalamannya sendiri,... Continue Reading →

Menunggu yang Terlambat

Di hari yang hujan biasanya aku hanya duduk sendiri bersama segelas kopi. Di kamar kos sambil mengetik naskah novel yang berganti tahun tak pernah selesai. Atau di ruang tengah sambil memetik gitar dan menyanyikan lagu-lagu lawas. Tapi hari ini adalah hari ketiga sejak aku memberanikan diri memasuki kehidupan orang lain. Bukan orang asing sebenarnya. Dia... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑