Menunggu yang Terlambat

Di hari yang hujan biasanya aku hanya duduk sendiri bersama segelas kopi. Di kamar kos sambil mengetik naskah novel yang berganti tahun tak pernah selesai. Atau di ruang tengah sambil memetik gitar dan menyanyikan lagu-lagu lawas.

Tapi hari ini adalah hari ketiga sejak aku memberanikan diri memasuki kehidupan orang lain. Bukan orang asing sebenarnya. Dia telah lama menetap dalam doa yang kurapal selepas sholat.

Hujan di hari ketiga ini seperti mimpi, meski ternyata masih menyisakan canggung, bagiku, karena tidak pernah sekalipun aku bercakap dengan orang itu sebelumnya. Aku memecah sunyi yang cukup lama memberi batas di antara kami, memulai bertanya dengan sebuah kalimat yang pernah dituliskan seorang kawan dalam blog miliknya.

“Bagaimana bila kamu ditemukan oleh orang yang bukan kamu tunggu kehadirannya?”

Perempuan itu diam sebentar. Aku yakin pertanyaanku tidak sulit. Tapi dia sepertinya ingin memilih jawaban yang paling tepat dan bahkan sederhana untuk diucapkan.

“Menunggu orang yang terlambat itu artinya menghukum mereka yang sudah berusaha hadir tepat waktu. Iya kan?”

Dia tersenyum tipis, manis sekali, sambil tetap menatap tumpahan air yang mulai reda dan kembali menjadi gerimis. Hari ketiga ternyata masih menyisakan canggung, baginya, karena tidak pernah sekalipun perempuan itu menatap mataku sebelumnya.

Sebagai seorang lelaki yang tahu diri, aku tahu, aku tidak tepat waktu. Entah berapa puluh orang yang telah dia hukum dan aku hanya bisa menebak-nebak dalam hati.

Aku diam, tidak berani melanjutkan pertanyaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: